By:
-Coretan AliBTG-
Catatan Kehidupan
-Coretan AliBTG-
Allahu Akbar-Allahu Akbar...
Kumandang suara Adzan sudah
terdengar. Ku parkirkar motor dipinggir jalan pantura sambil mataku melirik
kesana kemari mencari warung makan untuk berbuka puasa. Mataku tertuju pada
warung lesehan sate ayam madura depan pasar, tepatnya di sebelah selatan lampu
merah. Dengan lahapnya kunikmati tusuk demi tusuk sate ayam yang dipadu dengan
sambal kacang khas Madura. Heeem...
Setelah selesai makan dan sholat,
kulanjutkan perjalanan yang hanya kurang 2Km lagi sampai dirumah.
Setiba dirumah, aku sempat
terkejut melihat keadaan rumah, semua berantakan. Mulai dari gelas, piring, asbak,
buku dan pakaian kotor tercecer disemua sudut ruang tamu. Tiga minggu tak
pulang semua sudah berubah, tak sesuai anganku. “Sabar”. Maklumlah dirumah gak
ada orang.
***
Kurebahkan badanku di kasur
empuk sambil kupejamkan mata, kurenungkan semua yang telah kulakukan siang
tadi, kunikmati setiap hembusan nafas
yang perlahan keluar. Tanpa kusadari lamunanku melayang entah kemana. Tiba-tiba
aku teringat canda tawa yang menghiasi isi rumah ini. Seandainya Ibu masih ada,
seandainya Bapak ada di rumah, mungkin di malam yang penuh berkah ini aku tidak
akan merasa kesepian.
Pikiranku terus membayangkan
keutuhan keluargaku, pikiranku berperang dengan hatiku sendiri. Ada seribu
pertanyaan yang hadir dalam otakku. Kubayangkan semua itu seandainya keluargaku berkumpul. Bapak, kakak, adikku dan
keponakanku yang lucu, pasti keadaan rumah tak sesepi ini.
“Haruskah aku meninggalkan
semua kehidupan yang ada saat ini?”
Kriiing.. kriiing… lamunanku
terkagetkan oleh deringan nada sms. Kubuka sms dapat ucapan selamat Hari Raya
Idul Adha dari seseorang teman. Usai kubalas sms, aku paksakan mata untuk
terpejam. Tapi tetap saja susah sekali mata ini untuk dapat terpejam, berbaring
dengan posisi bagaimanapun tetap tak mampu mengantarkan aku pada rasa ngantuk.
***
“Nak, bangun. Ayo mandi sudah
pagi, kita harus sholat Id”.
Segera kubuka kelopak mataku.
“Aaah, ternyata cuma mimpi”,
pikirku.
Tiba-tiba aku teringat kembali
lamnunanku tadi malam. Mungkin benar adanya, aku merindukan Bapak. Sampai-sampai
aku begitu terhantui bayang-bayang wajahMU. Lagi-lagi aku merindukan pagi 4
tahun silam, dimana Bapak sudah membangunkanku ketika pagi menjelang Sholat Id,
dan Bapak sudah mempersiapkan segala kebutuhanku, mulai dari air hangat, baju
koko putih yang sudah tertata rapi, dan semua keperluan Sholat Id.
“Entahlah... aku tak tau,
kapan saat-saat indah seperti itu akan terulang kembali”.
Waktu menunjukkan pukul 04.30,
udara pagi ini masih saja terasa begitu dingin. Berat rasanya kaki ini
kulangkahkan menuju kamar mandi.
Allahu Akbar Allahu Akbar
Allahu Akbar.
Lailahailallah Huwallahu akbar,
Allahu Akbar Walillahilhamd.
Gema suara takbir mulai
berkumandang sejak pagi tadi. Jam 06.00 segera aku bergegas ke Masjid untuk
melaksanakan Sholat Id. Baru saja ku langkahkan satu kaki keluar dari rumah,
lagi-lagi bayangan sosok Ayah hadir dalam angan-anganku.
“Ayo nak kita berangkat”.
“aaah, sudahlah”.
***
Mau ku apakan daging kurban
ini? Emmm.. Kalau di goreng, gak tau cara memasaknya, kalau dibuat gulai sama
saja gak bisa. Aku sate aja deh.
Kriiing.. kriiing…Kriiing.. kriiing…
“Bapak” bergegas ku angkat
telpon dari bapak.
“Assalamualaikum” jawabku
dengan penuh bahagia mendapat telpon dari bapak.
“Waalaikum Salam”
“Bagaimana kabarnya nak?”. Tanya
bapak.
“Alhamdulilah baik Pak, Bapak
sendiri gimana kabarnya?
“Alhamdulillah baik, kemaren
puasa tidak?”
“Puasa Pak. Kapan Bapak pulang....?”
Tut... Tut... Tutt...


