twitter



Banyak sekali organisasi kemasyarakatan dan organisasi mahasiswa yang berdiri dengan tujuan utama untuk mengabdi. Mulai dari ormas-ormas nasional, keagamaan, partai politik, LSM, organisasi mahasiswa dan sebagainya. Mereka semua didirikan dengan tujuan mulia. Namun berapa lama kah tujuan itu bisa bertahan? Semakin besar organisasi tersebut semakin banyak pula kegiatannya. Segala kesibukan, ini terkadang membuat individu yang berada di dalamnya lupa akan esensi sebenarnya dari organisasi tersebut. 


Seperti penyakit yang hampir terjadi di segala aspek sosial, kesibukan mengejar hasil terkadang membuat kita melakukan sumber. Dampaknya adalah berubahnya fungsi organisasi-organisasi pengabdian ini menjadi hanya semacam pengelola suatu kegiatan (Pengorganisir Acara). Ketika kegiatan mereka diukur hanya dengan gengsi dan persaingan, ketika keberhasilan hanya diukur dari jumlah peserta dan keuntungan maka sebenarnya organisasi tersebut sudah tamat. Karena saya yakin bahwa sebuah organisasi semacam ini harusnya memiliki pemahaman yang adalam atas semua tindakannya, bukan hanya sekedar menjalankan program tanpa makna. Ibarat orang gila yang fisiknya masih ada namun jiwanya telah menghilang.


Maka itulah pentingnya pendidikan terhadap anggotanya. Bukan hanya pendidikan tentang perilaku dan hasil, tetapi perlu juga pendidikan ideologi dan landasan organisasi. Itu semua bertujuan agar organisasi bukan hanya ada secara fisik, tetapi juga hadir ruhnya. Para anggota jangan hanya dilihat sebagai sebuah pekerja untuk mencapai tujuan, tetapi sebagai orang yang akan bekerja bersama kita untuk mewujudkan cita-cita bersama. Sehingga organisasi tersebut akan benar-benar paham atas segala sesuatu yang terjadi dan menjadi benar-benar bermakna seutuhnya.

By: Ali Imron
Sabtu, 29 November 204

0 komentar: