By: Ali Imron
Aku tinggal di sebuah negeri omong kosong. Negeri dimana mereka lebih suka meributkan sesuatu yang baru akan mereka rencanakan untuk dilakukan. Ketika negeri ini masih sibuk berdebat tentang mau makan apa mereka? maka anak-anak mereka sudah mati kelaparan. Mereka sibuk memperdebatkan sistem yang terus menerus mereka ubah tanpa pernah sempat mereka lakukan.
Aku tinggal di sebuah negeri omong kosong. Negeri dimana mereka lebih suka meributkan sesuatu yang baru akan mereka rencanakan untuk dilakukan. Ketika negeri ini masih sibuk berdebat tentang mau makan apa mereka? maka anak-anak mereka sudah mati kelaparan. Mereka sibuk memperdebatkan sistem yang terus menerus mereka ubah tanpa pernah sempat mereka lakukan.
Mereka lebih suka membanding-bandingkan Pancasila dengan
ideologi-ideologi lain semisal sosialis, kapitalis, dan menyebutnya sebagai
ideologi banci. Akan tetapi jangankan melaksanakannya, mereka bahkan tidak
paham apa yang mereka bicarakan. Mereka adalah orang-orang yang hanya bisa
mencemooh apa milik mereka sendiri. Mereka itulah banci sebenarnya.
Mereka yang sibuk mencibir lalu lintas yang semrawut disaat mereka
sendiri sering menerobos lampu merah. Mereka yang sibuk mencibir sistem yang
ada tanpa pernah mereka mencoba untuk melaksanakannya. Mereka hanya berharap
bahwa segala sesuatunya langsung jadi, tanpa harus mereka bersusah payah.
Cukuplah pemerintah yang mengubahnya dalam waktu satu dua hari.
Aah... negeri ini memang negeri kata-kata. Berharap segala sesuatunya
bisa diselesaikan dengan kata-kata. Di saat kita sibuk mennyalahkan sistem,
namun sebenarnya diri kitalah yang salah karena gagal menjalankannnya. Bukan
sistem yang gagal meraih tujuan, tetapi kita yang gagal menjalankan sistem.
Sebaik apapun strategi jika tidak kita lakukan tetap saja tidak berarti
apa-apa. Tetapi menyalahkan sistem jauh lebih enak dihati, dari pada
menyalahkan diri sendiri bukan?
Memang omong kosong. Kita ini omong kosong. Sudahlah lakukan saja
dulu dan lihat hasilnya. Jika menanak nasi saja kita tidak bisa dan tidak
mencoba untuk melakukannya, bagaimana kita bisa berharap makan nasi goreng?
Dosen saya pernah berkata, bahwa yang dibutuhkan dalam pembangunan
Indonesia sebenarnya hanyalah stabilitas. Lihat saja betapa di negara kita ini,
suatu sistem dapat diganti dengan mudahnya tanpa pertimbangan yang benar-benar
matang. Selain itu pesatnya pembangunan masa orde baru dan pemerintahan
sekarang ini tidak lepas dari adanya stabilitas itu sendiri.
Apa yang terjadi di negeri ini sebenarnya adalah kegagalan dalam
menerapkan sistem yang telah kita susun. Namun apa yang kita lakukan selama ini
selalu saja memperdebatkan hal-hal yang sifatnnya perencanaan tanpa pernah kita
menerapkannya. Yang terjadi hanyalah ini semua menjadi sebuah omong kosong
belaka tanpa penerapan.
Mungkin ada kalanya kita sesekali mencoba menerapkan sesuatu tanpa
banyak omong semaksimal mungkin. Jika kita telah berhasil melakukannya, barulah
kita evaluasi kesalahan yang ada. Jangan hanya ribut pada isu, namun kosong
dalam praktek.

