19
September 2014
Jam 07.00 malam.
Aku mendapat telfon
dari ‘J’, dia menyuruhku untuk menggantikan tugasnya jadi delegasi keluar kota.
Berbagai alasan dia lontarkan kepada saya. Hingga pada akhirnya saya pun setuju
menggantikan dia.
“Berangkatnya kapan?”
“Nanti malam jam 10”.
“Okee”.
***
20
September 2014
Jam 01.00 pagi.
Tiba disemarang. Aku
dan teman-teman mampir di LPM Missi, untuk istirahat “Nebeng Moloor” :D
Kita disambut baik oleh
mereka. Sebelum pergi kealam mimpi kita sempat ngobrol, tukar pengalaman dg
temen-temen LPM, terkait kondisi masing-masing LPM.
“angkatan ku yg aktif
14 orang”
Masih mending, lha
angkatanku Cuma 10 orang, yg sering kelihatan batang hidungnya bisa dihitung dg
jari, pikirku. :/
Mendengar cerita dari “si
inyong” panggilan temen LPM missi, banyak pembelajaran yg bisa ku ambil. Sistem
yang diterapkan di sana sangat jauh berbeda. Ketegasan, kedisiplinan dan rasa
tanggungjawab benar-benar mereka terapkan. Banyak angan-angan baru yang nanti
akan coba saya terapkan diorganisasiku sekembalinya nanti. Tapi lagi-lagi rasa
pesimis selalu muncul difikiranku.
Apa LPM kita bisa seperti mereka??
Pasti Bisa...!!!
“proses penerimaan
anggota baru, kita adakan seleksi. Dari 75 pendaftar, kita saring lagi sehingga
yang masuk DJD ada 35, dan setelah DJD pun kita adakan seleksi lagi. kita tidak
butuh kader banyak, sedikit asalkan benar-benar serius dan mempunyai komitmen
yang kuat aku rasa itu bisa menjadikan LPM lebih baik. Dari pada punya kader
banyak tapi mereka tidak mempunyai keseriusan dalam dunia tulis menulis, kan
percuma. Sebab organisasi ini bukan organisasi pengkaderan yang sifatnya
mencari kader sebanyak-banyaknya”.
***
Jam 06.30 Pagi
Dengan penuh semangat,
temen-temen LPM missi sudah disibukkan dg kegiatan DJD. Lagi-lagi saya heran,
semua panitia sudah mondar-mandir mempersiapkan segala sesuatu yg dibutuhkan.
Tidak satu atau dua orang yg aktif, tapi hampir semuanya aktif sesuai dg
tugasnya masing-masing. Jam 6.30 brooo..... :D
Setelah selesai sarapan
tepat jam 09.00 pagi, aku dan temen-temen langsung pamit dan melanjutkan
perjalanan.
***
Jam 12.00 Siang
Kurang lebih 3 jam kita
melakukan perjalanan, pantas saja, rasa leleh, letih dan lapar begitu terasa,
hingga akhirnya kita memutuskan untuk istirahat dan mencari makan di alun-alun
Magelang.
“Mau makan apa? Mie
ayam, bakso atau siomay?”
“Bakso”
“Mie ayam”
“Bakso”
“Mie ayam 2, bakso 2
pak”.
Sambil menunggu
makanan, mataku sempat lirik kanan lirik kiri, mencari tempat yang pas.
Barangkali ada tempat atau pemandangan yang bagus untuk berpose. :D
“Habis ini kita foto
dulu disana, hehe” ajak ku.
“Yo harus”. Jawab
mereka bertiga diiringi tawa.
“Mumpung di Magelang,
buat kenang-kenangan laah”. :D
***
Jam 13.00
Bersambung.......

