Minggu yang cerah. Andi tampak sedang melangkah
menuju ke rumah Budi. Rupanya dia sengaja datang ke rumah itu untuk meminta Farida
agar mau mengantarkannya pergi ke rumah Atika. Maklumlah, hingga hari ini Andi
memang belum mengetahui keberadaan rumah Atika. Namun setibanya di tempat
tujuan, dia malah tidak jadi berangkat ke sana. Hal itu dikarenakan saat itu
Atika justru sedang bertamu ke rumah Farida. Kini Andi, Atika, Budi, dan Farida
tampak sedang berbincang-bincang di teras muka. Hingga akhirnya Budi dan
istrinya sengaja pamit ke dalam dengan maksud memberi kesempatan kepada kedua
muda-mudi itu agar bisa berduaan.
0
komentar
Posted in
Label:
Catatan Harian
19
September 2014
Jam 07.00 malam.
Aku mendapat telfon
dari ‘J’, dia menyuruhku untuk menggantikan tugasnya jadi delegasi keluar kota.
Berbagai alasan dia lontarkan kepada saya. Hingga pada akhirnya saya pun setuju
menggantikan dia.
“Berangkatnya kapan?”
“Nanti malam jam 10”.
Walaah
0
komentar
Posted in
Label:
Catatan Harian
22
September 204
Organisasi yang sedang
mengalami masa-masa sulit tak ubahnya seperti keadaan benda yg sedang terjatuh
dari ketinggian. Bisa jadi benda itu akan remuk, hancur, atau memantul lebih
tinggi dari tempat dijatuhkan. Jatuhnya sebutir jeruk dari atas pohan pasti akan
remuk.
Jatuhkan sebuah bola
keras yang terbuat dari karet dan bola itu akan memantul balik. Maka yg perlu
dilakukan adalah menjadikan keterpurukan dan masa-masa sulit itu seperti sebuah
bola karet yg akan memantul kembali, bahkan



