Aku Titip Rindu Melalui
Do’a
Rindu,
Hari
ini aku begitu rindu padamu
Rindu
akan kasih sayangmu
Rindu
akan tutur katamu,
Binar
matamu yang bening
Menenangkan
jiwaku yang kadang resah
Kau
taktergantikan,
Kini
aku tak tau
Bagaimana
aku harus melampiaskan
Rasa
rinduku ini
Apa
aku harus mengenang semua tentangmu?
Mengenang
semua tingkahlakumu?
Tutur
kata dan senyummu
Itu
semua,
Hanya
bisa membuatku meneteskan air mata
Membuatku
tak bisa bangkit dari keterpurukan
Senandung
rindu dalam sepiku
Kini
hanya dapat aku titipkan
Melalui
lantunan-lantunan do’a
Dan
air mata rinduku pada yang kuasa.
Ibu...
Batang,
November 2013
Suara Adzan
Ku
dengar kumandang suara adzan
Begitu
indah lantunan-lantunan kata yang ku
dengar
Membawa
aura kedamaian
Menciptakan
kesunyian
Ku
dengar kumandang suara adzan
Sejenak
kutinggalkan kesibukan
Bergegas
melangkahkan kaki
Menuju
tempat suci
Untuk
beranjak menunaikan kewajibanku
Mewujudkan
pengabdianku padamu
dalam
sujud dan do’a yang penuh syukur.
Batang,
November 2013
Malu
Aku
malu
Hatiku
resah tak menentu
Aku
termenung
Terhanyut
dalam kesunyian
Aku
cemas
Aku
tak berdaya
Keberanianku
hilang terbawa suasana
Aku
masih membatu
Takberani
melangkahkan kaki
Sebab
aku merasa tak mampu
Kutundukkan
mataku
menatap
celah-celah tanah
Bibirku tak mampu berucap
Seluruh tubuhku bergetar
Ku usap tetes keringat
yang sedari tadi tak berhenti mengalir
Batang,
November 2013
Kejenuhan
Aku dan kejenuhanku
Seakan menyatu dalam sunyi
Menggugurkan sejuta harapan
Menelan pahitnya kehidupan
Putus asa aku berlari
Mengejar mimpi yang kian menjauh
Sanggupkah aku bertahan?
Kejenuhanku adalah kepedihan ku
Tangisanku adalah luka ku
Tawaku adalah sandiwaraku
Biarlah...
Biarlah Jadi selembar cerita hati
Tertulis pada lembaran kertas.
Batang,
5 November 2013
ADAKAH TUHAN ITU?
Dulu,
tak
pernah terlintas di benakku
untuk
mempertanyakan Tuhan
Orang
tuaku hanya mengisahkan
tentang
kebesarannya
dalam
berbagai peristiwa dan ciptaannya
Ketika
aku menjalani kehidupan
banyak
hal membuatku mulai menanyakan tuhan
Jika
ia benar ada,
Mengapa
ia tega membiarkan aku
tenggelam
dalam pahitnya kehidupan?
Jika
ia menyayangiku,
Mengapa
ia tinggal diam
melihatku
tersiksa dalam derasnya ombak kehidupan?
Jika
tuhan adil,
Mengapa
ia bergeming
saat
semua yang aku miliki
lenyap
bersama hilangnya setitik kebahagiaan dalam hidupku?
Batang,
November 2013
KEPERGIAN IBU
Yasiin...
Ayat
itu terdengar sakral
Keluar
dari setiap mulut orang yang berada dirumahku
Sekujur
tubuh yang kaku
berada
ditengah-tengah kerumunan wanita berhijab
Semuanya
begitu cepat
Kebahagiaan
yang baru aku rasakan
kembali
hilang ditelan kenyataan
yang
begitu menyakitkan
Aku
terpaku memandang
wajah
yang tak asing bagiku
“ibu”,
sosok
raga tak berdaya
terbujur
kaku berbalut kain putih yang tak bermotif
akupun
meneteskan air mata
dan
kupeluk Ibu
pelukan
terakhir yang bisa aku berikan
untuk
ibuku tercinta
Batang,
November 2013
Pagi Itu
Pagi
itu,
Kicauan
burung mulai terdengar riuh
Melompat
dari satu dahan ke dahan yang lain
Memberi
isyarat kepada seluruh alam
Hari
ini suasana langit akan cerah
Pagi
itu,
Beningnya
butiran-butiran embun
Masih
menempel dipucuk dedaunan
Perlahan
matahari merangkak
Tak
mau kalah untuk tampil memberikan pancaran kehangatan
Mengobarkan
semangat di pagi hari ini
Batang,
November 2013
By: Ali Imron

